

Gambar ini gua temuin kpan hari di blog se2orang yang gua lupa namanya,...



VIVAnews - Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA) merilis foto dan video spektakuler tumbukan dua galaksi.
Disebut sistem Galaksi Antennae karena bentuknya seperti antrena. Ia terletak di 62 juta tahun cahaya dari Bumi -- disajikan dalam gambar komposit dari Observatorium Chandra X-ray (warna Biru), teleskop Hubble (warna emas), dan teleskop Spitzer (warna merah).
Tumbukan yang terjadi sejak lebih dari 100 juta tahun lalu ini memicu pembentukan jutaan bintang di awan -- yang terbentuk dari debu dan gas -- di galaksi. Yang terbesar dari bayi bintang ini telah melampaui evolusi mereka dalam beberapa juta tahun meledak sebagai supernova.
Gambar X-ray dari Chandra menunjukkan awan besar yang panas, gas interstellar -- yang telah disuntik dengan unsur yang kaya dari ledakan supernova. Gas ini kaya dengan elemen seperti oksigen, besi, magnesium, dan silikon -- yang akan digabungkan ke dalam unsur bintang atau planet baru.
Sementara, titik-titik terang dalam gambar disebabkan materi yang jatuh ke dalam lubang hitam (black hole) dan
juga neutron dari sisa-sisa bintang besar. Beberapa lubang hitam diperkirakan memiliki massa yang hampir seratus kali Matahari.
Sedangkan data dari Spitzer menunjukkan cahaya inframerah dari awan debu hangat yang telah dipanaskan oleh bintang-bintang yang baru lahir -- dengan awan yang melayang berada di tengah dua galaksi.
Data Hubble menggambarkan bintang tua berwarna merah, filamen debu dalam warna cokelat, dan bintang-bintang yang baru lahir berwarna kuning dan putih. Objek redup dalam gambar optik adalah kelompok yang berisi ribuan bintang. (sj)

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA--Dunia kerap terancam kehancuran yang bisa memusnahkan umat manusia. Pakar fisika dunia, Stephen Hawking menyarankan agar manusia segera mengarungi ruang angkasa dan mencari planet lain sebagai tempat tinggal baru bila tidak ingin punah.
Dalam sebuah wawancara dengan laman Big Think, Hawking percaya dalam kurun waktu seratus tahun ke depan, apalagi ribuan atau jutaan tahun lagi, bumi akan mengalami bencana besar yang bisa memusnahkan manusia. Karena itu, manusia didorongnya untuk segera mencari planet lain yang bisa dihuni untuk mengantisipasi kehancuran itu. ''Ibarat jangan menaruh semua telur dalam satu keranjang, manusia juga hendaknya jangan tinggal di satu planet,'' ujarnya.
Hawking melihat bayak bahaya besar yang mengancam keberadaan umat manusia. Di masa lalu, dia menyebutkan, salah satunya adalah krisis rudal di Kuba pada 1963 yang nyaris menyeret Amerika Serikat dan Uni Soviet terlibat perang nuklir. Ke depan, dia melihat, potensi perang dengan menggunakan senjata pemusnah massal itu kian menguat. ''Tapi saya optimistis, jika kita dapat menghindari bencana selama dua abad berikutnya, spesies kita akan aman karena kita menyebar ke ruang angkasa,'' tuturnya.
Menurut pakar yang namanya sudah melegenda ini, manusia adalah makhluk yang cerdas sehingga bisa bertahan hidup di galaksi ini. Manusia harus bisa memastikan mampu bertahan hidup dan melanjutkan kehidupan. Dia kembali mengingatkan bahwa manusia kini memasuki periode yang semakin berbahaya. Penduduk bumi akan menggunakan sumber daya yang kian terbatas.
Parahnya, insting egois dan agresif manusia masih begitu kental. Sehingga, ini akan cukup sulit untuk menghindari bencana dalam seratus tahun berikutnya, apalagi untuk ukuran seribu atau sejuta tahun mendatang. ''Satu-satunya kesempatan kelanjutan hidup jangka panjang manusia, bukan untuk tetap berada di Bumi, tetapi menyebar ke ruang angkasa,'' pesannya.

KOMPAS.com — Badan Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat mengatakan, para astronot dan pengendali penerbangan sedang meninjau prosedur kegiatan di antariksa yang akan mengganti pompa rusak yang menyebabkan penghentian operasi sistem pendinginan di Stasiun Antariksa Internasional. Rencana perbaikan stasiun antariksa ini melibatkan dua kegiatan di luar stasiun, yang pertama akan dilaksanakan Kamis (5/8/2010) dini hari. Badan Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat (NASA) sedang menyelenggarakanbriefing, Senin (2/8/2010), untuk membahas status stasiun dan menjelaskan rencana kegiatan antariksa berikutnya. NASA mengatakan, satu dari jaringan pendinginan stasiun itu rusak Sabtu sore akibat peningkatan tegangan listrik dalam salah satu modul pompanya, yang menyalurkan amonia lewat sistem.
Kerusakan ini memaksa astronot mematikan beberapa peralatan guna mengurangi panas di panel kontrol dan mencegah jaringan pendinginan lainnya terbebani melebihi kapasitasnya. NASA juga mengatakan bahwa tiga astronot Amerika dan tiga kosmonot Rusia yang bertugas di stasiun itu tidak terancam bahaya.




Didunia ini tak akan ada yg sempurna.,.. maka lebih baik sempurnakanlah dirimu untuk menjadi yg terbaik.,.
